The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam : Rock n Roll Yang Bercampur Berbagai Genre Musik
band atau musisi yang langsung 'meledak' pada album pertama mempunyai pekerjaan rumah yang berat, mampukah mereka mengulang kesuksesan dalam karya-karya berikutnya? Hal itu pula yang kini boleh dipertanyakan kepada The Changcuters yang baru saja menelurkan album kedua yang diberi tajuk "The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam".
Sukses besar album perdana "Mencoba Sukses Kembali" membuat album kedua tersebut ditunggu-tunggu penikmat musik terutama bagi para Changcut Rangers (sebutan untuk fans The Changcuters). Dan penantian itu pun berakhir saat Tria, Dipa, Qibil, Alda dan Erick meluncurkan single pertama berjudul "Main Serong".
Hits single tersebut bisa dibilang cukup mengejutkan. The Changcuters hadir lebih berat dan berisik. Bahkan sejujurnya, ketika pertama kali mendengar lagu ini penulis merasa band berseragam itu mundur selangkah dalam hal membuat pendengar tertarik, dimana hampir semua lagu dalam album pertama mereka begitu catchy-nya. Namun semakin sering diputar, lagu yang intronya mirip theme song Batman ini baru terasa asiknya. Menghentak dan mampu membuat orang-orang 'serong kanan serong kiri'.
Sekarang mari bicara secara keseluruhan. Sama dengan album terdahulu, Tria cs masih menyuguhkan rock n roll yang kental. Namun bedanya, kali ini mereka bereksperimen dengan mencampurkan musik tersebut dengan berbagai genre seperti dance, jazz, blues, brit pop dan juga country. Jadi secara musikalitas, sebuah kemajuan bagi The Changcuters.
Ingin membuat dada berdegub kencang? Dengar saja "Mr. Portal" yang dark namun dikemas dengan lirik yang ringan dan 'nempel'. Atau yang sedikit lebih ringan seperti tembang dengansound rock bercampur country "Gembel Cinta", "In De Hoii" yang berbumbu nuansa dance jadul dan "Bebek Beringas" yang kental sekali roh rock n roll-nya.
Diantara total 12 lagu, ada satu lagu yang menarik penulis. "SDSB (Seputar Dago Seperti Biasa)", begitu judulnya. Dalam lagu ini, The Changcuters menyuguhkan musik blues dan jazz yang menyatu dengan indahnya. Melodi gitar khas blues dipadukan dengan suara saxophone, elegan sekali. Vokal Tria pun terdengar tak kedodoran.
Ada pula yang menyita perhatian penulis, namun kali ini adalah sebuah kritisi. Vokal Tria yang berubah-rubah mengikuti jenis musik yang berbagai macam tadi, memang boleh dikatakan cukup sukses. Dibeberapa nomor, vokalis bertubuh kurus itu berhasil 'masuk' dengan baik. Tapi dalam lagu berjudul "Suka-Suka" yang kental nuansa retro 70-an, ia kehilangan ciri khas dan bahkan terdengar seperti seorang vokalis band asal Jakarta yang kental mengusung musik ala tahun 70-an.
Apapun dan bagaimanapun, penulis yakin lewat album kedua ini The Changcuters masih akan diterima dan tetap eksis di industri musik tanah air. Lima pemuda bercelana skinny itu nampaknya telah menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cukup baik.
0 komentar:
Posting Komentar